Rabu, 28 Maret 2018

Benarkah Kopi Penyebab Gangguan Lambung?


Pertengahan bulan Maret 2018 lalu saya terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit selama empat hari karena didiagnosa Dispepsia atau maag. Penyebabnya karena pada saat minum obat analgesik lupa tidak sarapan dalam arti makan yang agak berat. Maklum saya biasa sarapan buah bukan nasi atau roti dan sejenisnya. Setelah minum obat mata berasa ngantuk. Saya pikir karena kurang tidur, jadi malah saya hajar pakai secangkir kopi. Lupa kalau ngantuknya karena efek samping dari obat yang saya minum.

Akibatnya tak lama kemudian badan berasa lemes. Karena sudah tidak bisa fokus kerja akhirnya saya tiduran di musholla. Bangun tidur malah mual dan keluarlah semua isi perut dengan suksesnya hingga dua kali. Pulangnya sepanjang jalan muntah-muntah sampai 10 kali (tepatnya tidak dihitung, wong tidak kepikiran ngitung saking sudah klengernya).

Selama di RS praktis saya tidak menjalankan ritual rutin ngopi pagi dan harus menahan diri sampai beberapa waktu lamanya. Setelah sepuluh hari terlewati dan hasil pemeriksaan lab sudah tidak ada gangguan lambung lagi maka dilakukan uji coba untuk ngopi lagi. Sengaja nyeduhnya agak encer. Yang biasanya takaran kopinya sebanyak dua sendok teh, kali ini cukup satu sendok teh. Ternyata aman dan lancar jaya. Baru besoknya takarannya kembali normal dan Alhamdulillah sampai sekarang si perut tidak menampakkan tanda-tanda protes.

Akhirnya saya simpulkan bahwa ternyata kopi bukan penyebab gangguan lambung, itu hanya mitos. Syaratnya adalah kopinya adalah kopi asli tanpa campuran apapun. Selama ini saya selalu membeli kopi yang masih dalam bentuk biji tapi sudah dipanggang dan baru digiling/diblender untuk persediaan selama seminggu. Diminumnya tanpa gula, tanpa susu, tanpa krimer dll. Pokoknya murni kopi. Kalaupun ada yang bilang kalau kopi tidak baik buat lambung, bisa jadi yang diminum adalah kopi sachetan yang kalau dibaca kandungannya lebih banyak berisi pemanis, perasa buatan dan bahan kimia lainnya. Setahu saya kopi itu justru malah tidak baik buat mata, bukan lainnya.

Jadi ayo kita ngopi lagi biar tetep happy..!


Jumat, 02 Februari 2018

Wisata Batu Seribu Songgo Langit Bantul

Rumah Seribu Kayu 
Kebun Buah Mangunan dan Hutan Pinus yang ada di dekatnya memang sudah viral menjadi obyek wisata yang wajib dikunjungi. Tapi di sepanjang jalan itu masih banyak spot yang tak kalah cantik buat berfoto ria.

Nah, salah satunya adalah tempat ini, Batu Seribu Songgo Langit. Di sini kita bisa menikmati batu-batu yang berserakan dari yang berukuran kecil hingga sak hohah di tengah teduhnya pepohonan. Jangan lewatkan berfoto di Rumah Seribu Kayu dan Taman Tumpah yang unik. Mau outbound naik flying fox juga bisa. Semua itu cukup ditebus dengan tiket masuk seharga Rp 2.500 per orang dan parkir mobil Rp 5.000 saja tanpa ada pungutan lainnya. Murah kan?

Jadi ayo kita wisata ke Bantul..!

Menduduki Rumah Seribu Kayu 

Spot Taman Tumpah 

Jembatan menuju Rumah Seribu Kayu 

Bebatuan berserakan

Sabtu, 23 Desember 2017

Kopi : Bukan Sekedar Minuman Biasa




Bermula karena punya pekerjaan yang mengharuskan banyak travelling ke seluruh penjuru tanah air, suka mampir ke kedai kopi saat berada di daerah, akhirnya tertarik untuk beli oleh-oleh Kopi setempat selain kaos dan makanan khas lainnya.

Tadinya ngopinya masih full gula, pelan tapi pasti mencoba mengurangi. Jika biasanya pakai 2 sendok teh (sdt) kemudian dikurangi menjadi 1 sdt, lalu 1/2 sdt dan akhirnya tanpa gula sama sekali.

Ih memangnya enak kopi tanpa gula? Memangnya tidak pahit? Justru setelah ngopi dengan cara ini, saya jadinya bisa membedakan rasa dan aroma kopi dari tempat yang berbeda. Kopi Wamena ada aroma Jeruknya, Kopi Amungme beraroma Coklat, Kopi Gayo aromanya kuat, agak pahit tapi ada rasa gurihnya dan minggu lalu baru dapat Kopi Kahayya Bulukumba yang begitu diminum berasa ada rempahnya.

Meskipun cara menyeduh Kopi itu beraneka rupa, tapi saya tetap setia dengan Kopi tubruk. Agar didapatkan cita rasa yang prima, saya biasa beli kopi dalam bentuk biji yang baru akan digiling pada saat akan diminum dan buat stock seminggu. Takaran favorit adalah 2 sdt Kopi untuk secangkir dan diseduh dengan air dengan sekitar 90°C. Oiya tingkat kehalusan giling juga berpengaruh terhadap rasa. Makin halus maka akan makin pahit.

Peminum Kopi hitam tanpa gula identik dengan pengopi kelas berat? Ah tidak juga. Buktinya saya cuma minum kopi sehari sekali di pagi hari. Di sore atau malam hari sama sekali tak berani karena mata ini bakalan mecicil semalaman. Dan ngopi dengan cara ini akan membuat kita tetap sehat karena tak terkontaminasi gula, perasa buatan maupun bahan pengawet pengawet.

Jadi sudahkah anda ngopi hari ini?

Minggu, 26 November 2017

Falsafah Kopi

Kemarin pagi saat belanja di pasar ditelpon adikku diminta pulang kampung karena ibu akan menjalani operasi tumor. Setelah browsing Alhamdulillah dapat tiket pesawat jam 21.30 wib yang berangkat dari Halim (lebih dekat rumah) dengan harga miring, cukup ditebus 300 ribuan saja. Jadi siangnya masih sempat masak buat keluarga untuk stock 3 hari ke depan.

Karena waktunya mepet, oleh2 beli Lapis Talas Bogor online. Tak perlu keluar uang karena bisa ditebus dengan tap cash. Menjelang berangkat lalu lintas sebagian besar jalurnya merah pertanda macet. No problem, akhirnya ke bandara diantar suami naik motor.

Malamnya ternyata jadual pesawat tidak on time karena justru take off sebelum jadualnya. Harusnya terbang jam 21.30, ternyata jam 21.15 sudah berangkat. Sampai Jogja juga lancar, cuaca cerah sehingga jadual landing jam 22.40 maju jadi jam 22.15 wib. Jadi bapak yang menjemputku tak perlu menunggu.

Pagi ini hari Minggu, 26 November 2017 ku antar ibu ke RS dan saat pemeriksaan Lab dan Radiologi bisa dibilang tak perlu mengantri. Begitu juga saat masuk ruang rawat inap, semuanya dimudahkan.

Dan siang ini saat kelaparan tinggal nunul2 order via gofood. Eh dapat voucher 5 buah. Jadilah order pempek buat pengganjal perut. Habis makan eh ngantuk. Seperti biasa apalagi obatnya kalau bukan kopi? Order lagi via gofood.

Hidup itu memang ibarat ngopi, akan terasa pahit kalau tak bisa menikmati. Dan di sinilah aku sekarang, memandang hujan sambil menyeruput secangkir kopi Arabica Temanggung Lanang.

Selasa, 27 Juni 2017

Kali Biru Jogja

Kali Biru yang kali ini ku datangi sungguh berbeda. Empat tahun yll tempat ini masih sepi dan belum banyak fasilitas yang tersedia selain home stay, cottage dan aula. 

Saat ini kawasan wisata yang dikelola oleh masyarakat ini telah banyak berbenah. Meskipun ramai tapi tetap bersih dan asri. Tempat sampah tersedia di berbagai sudut. Begitu juga toiletnyapun bersih. 

Spot foto kekinian dengan latar belakang Waduk Sermo itu ada sembilan lokasi dengan tarif per orang antara Rp 10.000 hingga Rp 35.000 per orang. Kalau mau pakai jasa foto, sekali jepretan tarifnya Rp 5.000 minimal 16 foto. 

Karena datang di hari Lebaran, antrian di tiap spot foto mengular hingga 2 jam. Tapi tak perlu khawatir, kita bisa menunggu dengan berkeliling menikmati panorama pegunungan yang hijau dan segar atau menunggu sambil makan di warung makan yang bersih dan murah yang banyak berderet dengan menu variatif. Sepiring kupat tahu hanya dibandrol seharga Rp 5.000. Kami makan berempat kupat tahu plus minuman cuma kena Rp 29.000. Jogja banget kan?
 
Untuk menuju ke sini kalau dari Jogja tinggal ambil arah ke kota Wates. Sebelum masuk dalam kota ikuti saja petunjuk jalan ke kanan menuju Waduk Sermo. Nah dari Sermo nanti masih harus naik sekitar 2 km lagi. Mengingat jalanannya cukup terjal, pastikan mobil dalam kondisi prima. Meskipun jalanan hanya dapat dilalui oleh satu mobil kita tak perlu was-was karena di hampir tiap tikungan ada yang memandu dan memastikan jalanan aman. Tapi bagi rombongan yang naik bis kendaraan hanya bisa parkir di Waduk Sermo. Jika tetap ingin naik ke atas tersedia Jeep dengan tarif Rp 350.000 per mobil PP.

Jadi kapan mau ke Kali Biru?

Safety first, ga pakai pengaman ga boleh naik

Warung makan tersedia di setiap sudut

Daftar tarif sewa spot foto

Jalanan nan terjal dengan pemandu

Foto sambil lompat. Keren kan?




Minggu, 02 April 2017

Tips Hunting Tiket Promo


Ingin jalan-jalan ke luar pulau bahkan ke luar negeri tapi anggaran pas-pasan? Tak perlu khawatir karena dimana ada kemauan maka di situ ada jalan. Komponen utama jalan-jalan adalah tiket pesawat. Baru kemudian penginapan, transportasi lokal dan makan.

Bagaimana caranya mendapatkan tiket murah? Ini dia beberapa tips yang perlu diketahui berdasarkan pengalamanku selama ini.
 1. Daftar sebagai member atau fan page suatu maskapai penerbangan. Jika sudah terdaftar maka saat ada promo nanti kita ada diinformasikan via email.
2. Jangan cari keberangkatan saat week end. Tiket promo biasanya hanya tersedia di week day. Tapi kalau pas beruntung kita bisa berangkat di hari Kamis dan pulang di hari Minggu.
3. Karena rebutan dan dulu-duluan, pastikan hunting tiketnya di pagi buta. Misalnya setelah sholat tahajjud. Hehe.. Tapi bener lho karena biasanya di jam-jam ini orang pada males bangun.
4. Pastikan paket internet anda lancar. Ya karena belum tentu hari yang kita inginkan pasti dapat dengan harga paling murah. Jadi harus sabar mencari dan menjelajah karena bisa jadi hari berangkatnya dapat promo tapi pas pulangnya tetap harga normal.

Dengan cara begini saya pernah dapat tiket PP ke Singapore Rp 220rb, ke KL 350rb, ke Jogja 50rb, ke Makassar 70rb. Tapi itu dulu sebelum pemerintah menentukan batas bawah harga tiket pesawat. Tapi sekarangpun masih bisa hanya saja harganya lebih tinggi. Misalnya belum lama ini saya ke Bali PP harga tiketnya 600rb dan ke Bangkok 1,4jt. Tetap murah kan?

Jumat, 10 Maret 2017

Jalan-Jalan Hemat ke Bangkok (Day 3 : MBK Center)

Outlet makanan halal di lantai 5 MBK Center 

Setelah puas keliling Masjid Jawa tujuan selanjutnya adalah MBK Center, sebuah pusat perbelanjaan yang juga merupakan pusat souvenir khas Thailand. Sebenarnya letaknya dekat dengan BTS National Stadium. Tapi kami memilih naik Grab Car lagi karena selain lebih cepat jatuhnya juga jadi lebih murah, soalnya kan rombongan. Sedikit tips, kalau mau naik taksi online lebih baik pilih Grab saja karena tarifnya flat dan lebih murah dibandingkan lainnya. Dan mobilnya di sini bagus-bagus, sebagian besar berupa sedan bukan minibus.

Sampai di MBK kami langsung menuju ke lantai 5 untuk makan di the Fifth Avenue. Buat yang muslim tak perlu khawatir karena banyak outlet makanan halal di sini. Ada Ali's Arabic, Indian Food, bahkan menu Indonesia juga ada namanya Jimbaran Resto. Tapi ngapain juga ya sudah jauh-jauh ke bangkok kok makannya gado-gado? Oiya buat turis kita akan dapat welcome drink berupa segelas Thai tea dingin cukup dengan menunjukkan paspor kita. Harga makanannya berkisar antara B100-400 tinggal pilih saja sesuai selera dan kondisi kantong.

Di mall ini juga ada Mushollanya, tapi tempatnya terpisah sesuai jenis kelamin. Musholla laki-laki ada di lantai 6, yang untuk wanita adanya di lantai 5. Kalau mau bertanya key wordnya adalah "moslem". Bagi yang bawaannya banyak, biar tidak capek menggembol tas dan koper kesana-sini, ada tempat penitipan barang gratis di lantai 6 pas di dekat lift. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk memanfaatkan fasilitas ini. Kebetulan pusat souvenir adanya juga di lantai 6 ini.

Harga souvenir bervariasi. Untuk gantungan kunci isi 6 harganya sekitar B75-100, tempelan kulkas B40-50 per buah dan kaos B100. Kebetulan di toko yang aku datangi penjaganya bisa berbahasa Inggris dan orangnya lucu. Jadi tawar menawarnya berlangsung lancar dan akhirnya dikasih harga murah.

Setelah puas muter-muter ternyata perut jadi lapar lagi. Jadilah mampir ke food court di lantai 6 untuk membeli kebab. Kalau di lantai 6 kita dikasih kartu untuk ditab di tiap konter, maka di lantai 6 ini kita harus beli kupon makanan lebih dulu yang nantinya akan jadi alat pembayaran. Kalau ternyata kuponnya sisa maka dapat ditukarkan kembali sisanya dengan uang. Harga makannya sedikit lebih murah dibandingkan di lantai 5 karena tempatnya memang tidak seeksklusif seperti di The Fifth Avenue.

Pas turun di lift kami bertemu dengan keluarga muda berwajah Timur Tengah. Si suami yang tentunya ganteng, Halah.. menyapa kami dengan ramah. "Assalamualaikum..." Where are you from? Ku jawab dari Indonesia. Dia langsung bilang gini : "Apa kabar? Coba tebak saya dari mana." Karena kulihat istrinya tidak berhijab aku jawab : "Libanon ya?" Eh ternyata salah. Dia bilang dari Arab. Trus dia bilang lagi sambil berbinar-binar, "Rajaku kan lagi berkunjung di negaramu." Hmm ternyata warga Arab pun ikut heboh dengan kunjungan Raja Salman ke Indonesia.

Ok itu saja cerita perjalanan selama 3 hari di Bangkok, selanjutnya kami langsung menuju Bandara untuk kembali ke Jakarta.

Halal food tersedia di lantai 5 dan 6


Musholla tersedia di lantai 5 (wanita) & 6 (pria)

Pusat souvenir di lantai 6

Penitipan tas & koper gratis di lantai 6

Ali's Arabic di lantai 5

Tempat pembelian kupon makan lantai 6

Kebab halal di lantai 6

Suasana di Food Court lantai 6